Mengenai Saya

Parepare, Sulawesi Selatan, Indonesia

Selasa, 22 November 2011

Coffee Mix Cinta

Hari ini telah kulewati dengan mengharap semuanya akan bermanfaat dan bernilai ibadah, Rapat dengan pengurus BEM, Konsolidasi persiapan aksi “evaluasi Kerja setahun SBY”, Membersihkan Sekretariat, mengunjungi beberapa rumah sahabat, Rapat persiapan panitia Coaching, Rapat dengan Pengurus bidang Hikmah komisariat, Diskusi di warkop, dan sebagainya membuatku berpikir untuk tidur dirumah, Bukan di “kampus” untuk malam ini. Agenda hari ini memang terbilang kurang padat tapi cukuplah sebagai alasan istirahat di kamar yang cukup lama kutinggalkan.

Malam yang semakin larut ternyata tak menggugah rasa lelahku, Kasur  empukku pun yang biasanya membuatku tertidur secara instan, juga tak mampu berbuat apa-apa. Begitu juga dengan selimut hangat dan bantal yang empuk juga tak mampu menjawab kegelisahan ini. Ada yang tak biasa dengan perasaan ini, dia berontak dan sepertinya ingin meneriakkan sesuatu. Jantung bergetar, kepala terus kugaruk dan tubuhku hanya mampu berguling dan menghelakan nafas panjang. Tentunya ini bukan efek “coffee Mix” yang tadi disuguhkan oleh juniorku ketika bertandang ke pondokannya. meski menurut penelitian, sebagian orang yang mengkomsumsi cafein akan membuatnya merasa gugup atau dalam bahasa inggris “Nervous”. minimal itu yang saya dapatkan pada salah satu artikel kesehatan yang kubaca dalam buku “Reading Power” meski aku tak bisa menyebutkan halamannya.

Bergemul dengan perasaaan ini selama beberapa jam akhirnya mengingatkanku pada kejadian beberapa masa yang lalu.  Ketika itu aku “memikirkan seorang wanita”. Subhanallah, Aku jatuh cinta!. Apa yang harus kuperbuat? Bagaimana harus kupertanggung jawabkan tentang “cinta” yang selama ini kubunuh bagi diriku dan orang lain yang ingin mencintaku? Bagaimana berkata “adil” untuk diriku dan mereka !

Ya Allah, aku tak mampu berpikir banyak malam ini, akan keselesaikan tulisanku dan Komohon Muluskan studiku, cukupkan umurku dan berikan PetunjukMu, dan akan kujadikan dia ibu dari anak-anakku kelak. Amin

“Jika cinta memang ada, Maka semestinya dia ada dimana-mana!”
 ** Mrdhan **


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut